PENGGUNAAN METODE LATIN SQUARE DESIGN TERHADAP PENGARUH PUPUK, TEMPAT DAN OPERATOR PADA PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN CABE RAWIT


PENGGUNAAN METODE LATIN SQUARE DESIGN TERHADAP PENGARUH PUPUK, TEMPAT DAN OPERATOR PADA PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN CABE RAWIT

 

 

 

 

Oleh:

1. Neser Ike Cahyaningrum             1307100012

2. Joni Irawan                                   1307100038

3. Ibrahim Ali Marwan                    1307100040

4. Kadek Agus Satria Wisesa           1307100050

Dosen Pengajar

Prof. Susanti Linuwih, M.Stats, P.HD

Jurusan Statistika

FMIPA – ITS

2009

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1.Latar Belakang

Masyarakat Indonesia sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Dimana Negara Indonesia mempunyai kandungan tanah yang sangat baik bagi tanaman. Dalam bertani petani sangat membutuhkan sarana yang dapat menumbuhkan tanaman dengan cepat dan mempunyai kualitas tanaman yang bagus juga. Maka petani sering menggunakan pupuk untuk membantu pertumbuhan tanaman yang akan ditanam. Akan tetapi petani Indonesia kurang memperhatikan pupuk serta pengaruhnya terhadapa tanaman dan perawatan yang diberikan terhadapa tanaman tersebut. Berdasarkan pernyataan yang telah disebutkan di atas maka timbul suatu ide untuk mengaplikasikan ilmu Experiment Design yaitu dengan melakukan suatu percobaan untuk mengetahui pengaruh pupuk dan macam-macam perawatan terhadap pertumbuhan tanaman. Dalam percobaan ini akan dilakukan percobaan terhadap tanaman cabe kecil.

 

1.2.Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul suatu permasalahan sebagai berikut :

  1. Apakah pemakaian pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?
  2. Apakah pengalaman dari peneliti berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?
  3. Apalah perlakuan pada tiap-tiap tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?

 

1.3.Tujuan

Tujuan dilakukan percobaan ini adalah :

  1. Untuk mengetahui apakah pemakaian pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?
  2. Untuk mengetahui apakah pengalaman dari peneliti berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?
  3. Untuk mengetahui apakah perlakuan pada tiap-tiap tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil?

 

1.4.Manfaat

Manfaat yang bisa diambil dari percobaan ini adalah :

  1. Dapat merumuskan suatu permasalahan dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar  Latin(RBSL).
  2. Dapat mengetahui apakahpemakaian pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil.
  3. Dapat mengetahui apakah perlakuan pada tiap-tiap tanaman dan pengalaman dari peneliti berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabe kecil.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Jika materi dan rancangan uniform, maka digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Apabila materi dan lingkungan diklasifikasikan kedalam bagian-bagian yang homogen dengan materi yang cukup banyak dalam tiap kelompok bagian untuk membandingkan semua perlakuan maka digunakan Rancangan Blok Acak Lengkap (RBAL).

Rancangan blok acak ini mengandaikan adanya keragaman minimum pada setiap blok dan keragaman maksimum antar blok. Satuan dalam setiap blok sedapat mungkin sama sehingga keragaman terbesar terdapat diantara blok.  Dalam rancangan blok acak lengkap, perlakuan dibagikan secara acak dalam tiap stratum yaitu randomisasi terbatas.

Rancangan blok acak lengkap lebih efisien 60 %  dibanding Rancangan Acak Lengkap, artinya bila kita mempunyai percobaan dengan biaya percobaan yang sama maka bila kita gunakan 10 replikasi dalam Rancangan Acak Lengkap untuk mendapatkan informasi yang sama maka dengan RBAL (Rancangan Blok Acak Lengkap) cukup dengan 6 replikasi.

Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) merupakan salah satu jenis rancangan dengan jenis prinsip pemblokan. Daerah percobaan dibagi menjadi baris serta kolom.dalam RBSL perlakuan harus tampak satu kal dalam baris dan kolom. Melalui eliminasi atau penghapusan efek kolom dan efek baris dari variasi dalam perlakuan,variansi sesatan dapat berkurang cukup banyak.

Keuntungan RBSL terhadap rancangan yang lain:

Dengan stratifikasi atau pengelompokan  2 arah RBSL dapat mengontrol variansi sesatan lebih baik (lebih efisien) dari RBRL atau RRL.

Sedangkan kelemahan dari metode RBSL adalah:

  1. banyak perlakuan terbatas pada banyak kolom dan baris
  2. untuk kurang dari lima perlakuan alokasi derajat bebas guna mengontrol heterogenitas sngat tidak proporsional (seimbang).

pingin belajar n mengenal lebih jauh CALL ME

2 pemikiran pada “PENGGUNAAN METODE LATIN SQUARE DESIGN TERHADAP PENGARUH PUPUK, TEMPAT DAN OPERATOR PADA PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN CABE RAWIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s