HETEROSKEDASTISITAS


ABSTRAK

Analisis regresi merupakan suatu analisis mengenai hubungan antara dua variable atau lebih yang umumnya dinyatakan dalam persamaan matematik. Dalam statistika sebuah model regresi dikatakan baik atau cocok, jika dipenuhi asumsi-asumsi ideal (klasik), yakni tidak adanya otokorelasi, heteroskedastisitas dan multikolinieritas. Salah satu asumsi regresi linier yang harus dipenuhi adalah homogenitas varians dari error (homoskedastisitas; homoscedasticity). Homoskedastisitas berarti varians dari error bersifat konstan (tetap) atau disebut juga identik.  Kebalikannya, bila ternyata diperoleh kondisi varians error (atau Y) tidak identik, maka disebut terjadi kasus heteroskedastisitas. Pada model regresi bila semua asumsi klasik dipenuhi, kecuali satu yaitu terjadi heteroskedastisitas, maka penduga kuadrat terkecil masih tetap tak bias dan konsisten, tetapi tidak efisien (varians membesar). Pada dasarnya terdapat  dua metode  untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas, yaitu : metode informal dan metode formal. Secara garis besar terdapat beberapa cara untuk mengatasi bila dalam model terdapat kasus heteroskedastisitas, antara lain : Transformasi variabel, baik variabel respon, variabel eksplanatori maupun keduanya. Metode Kuadrat Terkecil Tertimbang. Sebagaimana dalam dafrtar asumsi klasik di atas, rumus regresi diperoleh dengan asumsi bahwa variabel pengganggu (error) atau e, diasumsikan memiliki varian yang konstan (rentangan e kurang lebih sama). Jika ternyata varian dari e tidak konstan misalnya membesar atau mengecil pada nilai X yang lebih tinggi, maka kondisi tersebut dikatakan tidak homoskedastik atau mengalami heteroskedastik (lihat kembali gambar 1 di atas). Masalah heteroskedastisitas umum terjadi dalam data cross section yaitu data yang diambil pada satu waktu saja, tetapi dengan responden yang besar, misalnya jika kita melakukan survai. Dengan demikian, penelitian ini pada intinya adalah membandingkan kondisi satu dan lain orang pada waktu yang sama.

Kata kunci : heteroskedastisitas, regresi

  1. 1. Pendahuluan

Dalam analisis regresi dimana suatu model telah dapat dikatakan baik apabila telah memenuhi asumsi klasik yaitu, identik, independen, dan berdistribusi normal. Selain itu, terdapat asumsi lainnya bagi residual salah satunya adalah homoskedastisitas, yaitu adanya variansi yang konstan. Sedangkan pada kenyataannya sangat sering terjadi fluktuasi varian sehingga suatu model tidak dapat lagi dikatakan homoskedastisitas. Kondisi semacam ini disebut dengan heteroskedastisitas.

Pada makalah ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan heteroskedastisitas, mulai dari pengertian, konsekuensi jika dalam suatu model terdapat kasus heteroskedastisitas, cara mendeteksi dan mengatasi

  1. 2. Metodologi

Metode yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah menggunakan studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan beberapa referensi yang membahas tentang heteroskedastisitas.

  1. 3. Pembahasan

3.1 Pengertian heteroskedastisitas

Salah satu asumsi regresi linier yang harus dipenuhi adalah homogenitas varians dari error (homoskedastisitas; homoscedasticity). Homoskedastisitas berarti varians dari error bersifat konstan (tetap) atau disebut juga identik.  Kebalikannya, bila ternyata diperoleh kondisi varians error (atau Y) tidak identik, maka disebut terjadi kasus heteroskedastisitas.

Masalah heteroskedastisitas umum terjadi dalam data cross section yaitu data yang diambil pada satu waktu saja, tetapi dengan responden yang besar, misalnya jika kita melakukan survai. Dengan demikian, penelitian ini pada intinya adalah membandingkan kondisi satu dan lain orang pada waktu yang sama.

Contoh :

Misalkan ingin dibuat suatu fungsi konsumsi dengan variabel respon (Y) adalah besarnya pengeluaran untuk konsumsi, sedangkan variabel eksplanatori (X) adalah pendapatan.  Misalkan ada 4 kelompok rumah tangga yang diamati, yaitu : (1) kelompok rumah tangga dengan pendapatan Rp 500.000,- per bulan, (2) kelompok rumahtangga dengan pendapatan Rp. 1.000.000,-, (3) kelompok rumahtangga dengan pendapatan Rp,5.000.000,- serta (4) kelompok rumahtangga dengan pendapatan 10.000.000,-.  Masing-masing kelompok diamati 5 rumah tangga,

KLIK DISINI lebih jelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s