UJI VALIDITAS N RELIABILITAS


Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Untuk riset yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner, maka kuesioner tersebut harus teruji validitasnya. [Umar, H., 2003]

Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel dengan skor total dimensi dimana variabel tersebut berada.

Hipotesis yang digunakan unutk pengujian ini adalah :

H0 : variabel/pertanyaan mengukur aspek yang diinginkan

H1 : variabel/pertanyaan tidak mengukur aspek yang diinginkan

Jenis validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas konstruksi dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur korelasi tiap pertanyaan pada kuesioner.

Uji Reliabilitas

Kevalidan suatu alat ukur diikuti oleh ke-reliabelannya, artinya bahwa alat ukur tersebut selain harus valid juga harus konsisten dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat ukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten.

Di dalam riset perilaku, kesalahan pengukuran cukup besar. Oleh karena itu, kesalahan ini perlu diperhitungkan besarnya. Semakin kecil kesalahan pengukuran maka semakin reliabel alat pengukur.

Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah :

H0 : pertanyaan menghasilkan pengukuran yang konsisten

H1 : pertanyaan tidak menghasilkan pengukuran yang konsisten

Ada cukup banyak teknik mengukur reliabilitas. Dalam bukunya, Husein Umar (2003) menyebutkan ada dua jenis reliabilitas yaitu Reliabilitas Internal dan Reliabilitas Eksternal. Reliabilitas Eksternal dilakukan dengan membandingkan hasil dua kelompok data, sedangkan Reliabilitas Internal diperoleh dengan menganalisa data yang berasal dari satu kali pengujian kuesioner.

Berdasarkan uraian di atas, maka cara yang tepat untuk mengukur ke-reliabelan kuesioner pada penelitian ini adalah menggunakan Reliabilitas Internal yaitu menggunakan Teknik dari Cronbach, dimana kategori jawaban lebih dari dua (1-5). Teknik ini juga biasa disebut dengan Rumus Alpha karena menggunakan koefisien alpha sebagai pembandingnya.

INGIN LEBIH BELAJAR LAGI DAN BUTUH BANTUAN ANALISIS PENELITIAN KLIK DISINI ATAU DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s