ANALISIS HASIL PENELITIAN MENGGUNAKAN STRUKTURAL EQUATION MODELS


Model Persamaan Struktural, Structural Equation Model (SEM) adalah teknik multivariate yang mengkombinasikan aspek multiple regresion (memeriksa hubungan dependensi) dan analisis faktor (merepresentasikan konsep yang tidak bisa diukur-faktor dengan variabel banyak) untuk mengestimasi hubungan struktural yang relatif “rumit” secara simultan (Hair et al., 1998). Hubungan yang “rumit” itu dapat dibangun antara satu atau beberapa variabel dependen dengan satu atau beberapa variabel independen. Masing-masing variabel dependen dan independen dapat berbentuk faktor (atau konstruk yang dibangun dari beberapa indikator). Tentu saja variabel-variabel itu dapat berbentuk sebuah variabel tunggal yang diobservasi atau yang diukur langsung dalam sebuah proses penelitian

Structural Equation Model (SEM) merupakan pendekatan terintegrasi antara Analisis Faktor dan Model Struktural. Di sisi lain, SEM juga merupakan pendekatan yang terintegrasi antara analisis data dengan kontruksi konsep. Peranan konsep dari penyusunan model dalam SEM mutlak diperlukan. Hair et al., (1998) menerangkan bahwa dibutuhkan justifikasi teori untuk membentuk hubungan dependensi, modifikasi terhadap hubungan yang terdahulu, dan banyak aspek lain dalam mengestimasi model. Teori atau konsep dapat diartikan sebagai kesatuan sistematis dari hubungan yang menjelaskan sebuah fenomena secara konsisten dan komperhensif. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori tidak hanya untuk kepentingan dalam bidang akademik saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata berdasarkan suatu observasi.

  1. 1. Variabel Laten dan Variabel Observasi

Dalam SEM dikenal beberapa variabel yang membentuk persamaan SEM, variabel tersebut adalah variabel laten (atau yang dikenal sebagai faktor atau konstruk) dan variabel observasi (indikator). Variabel laten adalah sebuah variabel bentukan, yang dibentuk melalui indikator-indikator yang teramati dalam dunia nyata (Hair et al., 1998). Variabel laten tidak bisa diukur secara langsung tetapi dapat direpresentasikan atau diukur dengan satu atau beberapa variabel indikator. Sebagai contoh, prilaku konsumen terhadap sebuah produk tidak akan pernah diukur dengan pasti, tetapi dapat diukur dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang mencerminkan beberapa aspek dari prilaku konsumen tersebut. Dengan mengkombinasikan hasil jawaban dari pertanyaan tersebut, dapat dijadikan dasar pengukuran yang akurat terhadap variabel laten (dalam hal ini prilaku konsumen) dari seorang konsumen.

Selain variabel laten, dalam SEM juga terdapat variabel observasi atau yang lazim disebut variabel indikator. Variabel observasi atau juga disebut manifest variable adalah variabel yang datanya harus dicari melalui penelitian lapangan  misalnya malalui instrumen-instrumen survey (Hair et al., 1998). Variabel observasi digunakan sebagai indikator dari laten constructs atau variabel inndikator.

Salah satu konsep yang paling penting dalam melakukan riset dengan mengunakan metode multivariate ialah tidak terdapat satu cara yang “benar” dalam mengaplikasikan metode tersebut. Sehingga harus dilakukan pendefinisian tujuan dari riset tersebut dan menerapkan metode yang paling cocok dalam memenuhi tujuan riset tersebut. Dalam analisis SEM terdapat beberapa strategi dalam mengembangkan model dengan tujuan untuk memenuhi tujuan riset, strategi tersebut adalah (Hair et al., 1998):

  1. Confirmatory modeling strategy

Aplikasi utama dalam SEM adalah Confirmatory Modeling Strategy. Dimana peneliti membuat model berdasarkan teori dan SEM digunakan untuk menguji signifikansi dari model tersebut. Jika model yang dibuat tersebut telah diterima menurut semua kriteria yang diterapkan. Peneliti tersebut tidak “membuktikan” model yang diajukan, tetapi hanya mengkonfirmasi bahwa model tersebut merupakan salah satu dari beberapa model yang memiliki kemungkinan diterima.

  1. Competing models strategy

Memeriksa taraf signifikansi dari sebuah model baik measurment model maupun structural model, tidak menjamin bahwa model yang didapat adalah model yang terbaik. Banyak alternatif model yang dapat memberikan hasil uji yang sama atau lebih baik. Dengan tujuan untuk mengevaluasi model yang diestimasi dan model alternatif. Seluruh perbandingan model dapat dilakukan dengan competing models strategy.

  1. Model development strategy

Model development strategy berbeda dari kedua straregi sebelumnya, tujuan penggunaan model ini ialah untuk meningkatkan model dengan memodifikasi baik dalam structural model maupun measurment model. Dalam beberapa aplikasi, teori hanya merupakan awal dari pengembangkan model yang memiliki justifikasi teori yang didukung dengan kasus nyata. Hal yang perlu diperhatikan untuk pengembangan model ini ialah model yang telah dikembangkan haruslah dapat digunakan untuk sampel dan populasi lainnya.

PINGIN BELAJAR LEBIH BANYA TENTANG SEM KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s