HARGA SEMBAKO LARANG


YA ALLAH kok barang -barang pokok kok tambah mahal sekali ya.

 

kita sebagai mahasiswa juga dapet efek negatifnya juga ni……….

trus la pye maneh???????//

makanya mungkin ni bisa memecahkan maslah kali ya..tapi aku sendiri sulit banget ngelakuinnya pye ki?

ok tapi ga papa…..buat refernsi ja….bagaimana menyiasati keadaan hidup ini? Tentu bukan dengan
merokok seperti sang teman atau banyak bengong kalau tidak mau
kesurupan. Sebenarnya hanyalah akal sehat kunci semuanya. Kiat
berikut ini sama sekali bukanlah hal yang baru, dalam hidup sehari-
hari kita sudah mafhum. Barangkali bolehlah untuk menyegarkan
kembali ingatan kita.

Ini yang primer, kita harus bisa membedakan dahulu antara keinginan
(want) dan kebutuhan (need). Lantas di mana letak bedanya? Ah, ini
sih sudah jelas bedanya. Makan adalah kebutuhan. Tapi makan enak
dengan harga mahal itu adalah keinginan. Jadi, kalau uang di kantong
tinggal selembar, pilihlah makanan yang bikin kenyang dan padat
gizi, meski memang tidak terlalu memanjakan lidah. Paling tidak,
aman bagi tubuh, alias tidak murcret, murah tapi mencret. Itu syarat
minimal. Dalam skala kebutuhan yang lain, di luar primer, alangkah
baiknya juga berlaku demikian. Di antara kita pastilah ada yang
mengutang atau mengangsur. Nah, kalau yang ini, sebaiknya susun
kembali cash flow dan forecast sederhana, yang memperkirakan arus
uang masuk dan arus uang keluar. Nah, berikutnya tinggal mengatur
langkah konkret seperti ini.

Buatlah Skala Prioritas Kebutuhan
Kita harus dapat membuat skala prioritas kebutuhan harian, bulanan,
dua bulanan dan seterusnya. Dengan hal ini, kita tentunya mengetahui
kebutuhan apa saja secara rutin dan berkala yang harus dipenuhi.

Membatasi Pembelian dengan Angsuran
Pikir-pikir lagi apakah barang yang akan kita beli dengan mengangsur
itu benar-benar kita butuhkan?

Cegahlah Menggaruk yang Gatal
Ini hanya istilah dari `impulse buying’, saat lihat langsung beli.
Sering kali, setiap kali ketika kita ke pasar swalayan, kita membeli
barang-barang di luar kebutuhan yang sudah ada di benak kita sebelum
kita berangkat ke pasar swalayan. Ada baiknya, Anda membuat daftar
kebutuhan apa saja yang memang benar-benar diperlukan dan harus
dibeli. Dan ingat, Anda harus konsisten dengan daftar tersebut!

Tidak Terpengaruh Iklan
Jangan terpengaruh oleh iklan yang menyesatkan. Sebaik mutu atau
sebersaing harga apapun barang atau jasa yang ditawarkan, bila hal
itu memang bukan menjadi skala prioritas Anda, jangan dibeli!

Membandingkan Harga Produk yang Dibutuhkan
Bahasa kerennya, `price competition’ . Agak repot memang. Dalam hal
ini kita harus bertanya, bisa juga keluar masuk toko, atau minimal
mencari informasi untuk mendapatkan perbandingan harga produk yang
kita cari. Tapi capek sedikit untuk berhemat tidak ada salahnya
juga. Karena setelah itu, dilain waktu, Anda sudah tahu produk apa
yang akan Anda beli sesuai dengan kualitas dan kebutuhan yang Anda
inginkan.

Mengerti Manfaat dan Fitur Barang
Jangan membeli barang tetapi Anda sendiri tidak tahu kegunaan barang
tersebut.

Efisiensi Total

 
Anda harus melakukan efisiensi secara total terhadap pemakaian
telepon, listrik, gas, air, pendingin udara dan lain sebagainya.
Misalnya saja, tak perlu Anda menyalakan pendingin udara ketika
malam hari.

Mengatur Mobilitas Sesuai Keperluan
Anda harus bisa mengatur mobilitas sesuai kebutuhan, mana kebutuhan
untuk keluarga, mana kebutuhan untuk pekerjaan, mana kebutuhan untuk
komunitas, dan mana kebutuhan untuk lingkungan sekitar.

Mencari Penghasilan Tambahan
Ada baiknya Anda juga memikirkan pekerjaan sambilan di luar
pekerjaan tetap yang sudah Anda lakukan. Pekerjaan ini sebaiknya
tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Bila mengganggu, tak usah
Anda lakukan, karena bisa-bisa malah mengganggu karir Anda.

Jagalah Kesehatan
Kata orang, kekayaan yang paling berharga adalah tubuh yang sehat.
Sehat tak dapat dibeli. Semua penghematan di atas itu haruslah bisa
membuat kesehatan tetap terjaga dan prima. Nah,