All about my Village : Desa Gadungan


Dusun Gadungan adalah salah satu dusun di desa Karanganyar kecamatan Poncokusumo. Selintas kata Gadungan mempunyai arti yang negative, yaitu palsu. Jadi apakah dusun Gadungan adalah Dusun Palsu?. Jawabannya bukan, Dusun Gadungan adalah dusun yang konon ceritanya tumbuh tumbuhan yang bernama GADUNG. Gadung adalah sejenis buah yang sangat berbahaya tapi juga sangat disukai semua orang. Buah gadung ini akan berbahaya karena mengandung racun. Namun , jikalau diproses dengan cara yang benar maka akan menghasilkan sejenis makanan yang sangat digemari oleh semua orang. Ketika memasuki dusun ini kita akan disuguhi oleh pemandangan pohon pohon besar dan berbagai perkebunan petani. Sebagian besar penduduk disini adalah petani. Tak jarang dikala pagi datang semua orang sudah bergegas untuk pergi kesawah atau pekarangan. Layaknya seorang pegawai yang berangkat ke kantor, sang petanipun tak luput dari segala peralatan mereka yang unik dan tradisional. Cangkul, sebilah “arit” dan beberapa tali temali menghiasi keberangkatan mereka. Dari anak muda hingga yang tua satu persatu mereka berangkat ke sawah atau perkebunan mereka. tak jarang dari mereka yang tidak mengenyam dunia pendidikan. Hampir sebagian besar penduduk Dusun Gadungan memiliki pendidikan sampai SD. Sangat jauh dari harapan pemerintah untuk wajib belajar 9 tahun. Keadaan yang seperti ini yang membuat saya sangat kecewa dengan kondisi dusun saya yang tercinta ini. Anggapan yang menurut saya sangat salah ketika ada keluarga yang menyatakan bahwa pendidikan itu tidak penting.

Sebagian besar penduduk dusun gadungan ini hanya mengenyam pendidikan hingga SD. Ini dikarenakan oleh dukungan orang tua yang amat sangat kurang. Bahkan mereka lebih melarang anak-anaknya untuk sekolah ketingkat yang lebih lanjut. Sangat disayangkan sekali, ketika mereka punya harta yang banyak, tanah yang melimpah tapi sulit untuk menyisakan hartanya demi pendidikan anak. saya juga tumbuh kembang di dusun ini. Beda halnya dengan anak anak petani yang lain,. Saya dilahirkan dikeluarga sederhana. Petani adalah pekerjaan utama bapak saya waktu itu. Namun hanya mempunyai beberapa petak tanah. Sedangkan ibu saya menjadi ibu rumah tangga dengan kesehariannya adalah menganyam “mendong”. Dengan penghasilan yang sangat minim untuk menghidupi sebuah keluarga dengan 4 anak.  Perjalanan hidup keluarga ini cukup rumit. Banyak gunjingan gunjingan selama ini. 

Wajar kita sering digunjing oleh orang lain karena kenekatan keluarga kami untuk menyekolahkan anak anaknya. dan saya pun membuktikannya sekarang. saya bisa lulus S1 dengan usaha dan kerja keras.

Cerita Masa Kecilku : Mengaji


Ada sebuah cerita sewaktu saya masih kecil. Banyak yang bilang bahwa saya berbeda dengan anak anak yang lain, dikala anak anak lain malas mengaji, saya sangat suka mengaji, sebelum saya memasuki sekolah tingkat kanak-kanak, saya sudah belajar mengaji. Dimushola yang tak jauh dirumah itu aku mengenyam pendidikan agama tingkat dasar. Pada saat itu ustadz yang yang mengajar adalah ustazd Ali Muji dan Ustadzah is. Saya sangat sayang kepada mereka dan berterimakasih kepada. Mereka sangat berjasa dalam memeberikan pendidikan agama Islam.

Adzan ashar sudah bergema dan sudah saatnya anak dikampungku untuk mengaji.

“oalah lee ijik cilik ae ape ngaji barang”. Teriakan beberapa tetangga yang meneriakiku ketika beranjak ke mushola.

“kersane bu, kulo pingin pinter koyok pak Ali”. Jawabku .

Suara itupun hilang tak kuhiraukan. Tujuanku saat itu hanyalah belajar mengaji biar seperti ustadz Ali. Berbagai tanggapan seperti itupun sering kuhadapi dan paling sering adalah dari nenekku sendiri. Nenekku dulu sangat melarang ibu dan budeku untuk mengaji dan bersekolah. Kata kata nenek yang selalu kuingat adalah “gak usah ngaji kadar yo mungkin dadi bu nyai, g usah sekolah kadar yo gak mungkin dadi bu guru”. Sebab itulah ibu dan bude – budeku tidak pernah mengenyam sekolah ataupun mengaji. Perjalanan menuju mushola cukup dekat. Hanya 10 menit saya sudah menapakkan kakiku di Mushola ini.

Hanya ada beberapa santri yang hadir saat itu. Sedangkan sang ustadz pun belum tampak datang. Maklum jarak rumah ustadz ke mushola itu lumayan jauh.

Sambil menunggu ustadz datang, kami para santri sering bergurau layaknya anak kecil.

“ Woi ojok rame ae, langgar iku duduk gawe guyoon!!!” . suara dari rumah sebelah mushola terdengar keras. Itu adalah mbok Lah. Beliau adalah penghuni rumah sebelah mushola. Sosok nenek nenek tua yang tidak suka keramaian.

Sontak kamipun kaget dengan teriakan mbok lah tersebut.  Gurauan kami yang tadinya riuh rame tak karuan langsung terhenti. Sunyi tanpa suara siapapun. Satu persatu temen temen santri datang.  Dan kamipun merasa bosan karena menunggu ustadz yang tak kunjung datang. Hingga akhirnya salah satu dari teman kami angkat bicara. Triwanto namanya. Kalau dari sil silah keluarga dia masih punya hubungan keluarga denganku. Ibunya Triwanto ini adalah adik tiri dari nenek saya.

“rek kon gelem tak ceritane medi gak?”. Ungkap Tri dalam keheningan.

Dengan serentak kamipun mengangguk anggukan kepala kami. Lihat isyarat dari kami yang meng iya kan tawaran Tri, dia pun dengan semangat memulai cerita horornya.

“kon ngerti kan ndek omahku ono wit klopo. Wit klopone iku lak akeh se. la lek bengi wit klopo iku ono medine. Medine iku wong lanang, sirahe putul, terus putulane iku di cekel ndek tangan tengene..suereeeem kon,,,hiiii,,medeni pokoke”. Ujar Tri.

Suasana mushola yang hening dan sunyi itu tiba tiba menjadi horror. Saya pun yang saat itu masih kanak kanakpun sangat ketakutan dengar ceritanya. “ terus terus, sampyan tau dikethoki tah kang Tri?”. Tanya saya penasaran.

Tri Belum menjawab pertanyaan saya tiba tiba suara motor othok terdengar, motor othok adalah motor jenis duatag yang sangat kuno. Dan itu adalah sepeda motor ustadz Ali. Suasana hening dan sunyi terpecah dengan teriakan gembira.

“Pak Ali teko ..pak Ali tekooo,,,horee”. Kami semua langsung berlarian mencium tangan ustadz Ali. Terlihat ada salah satu anak yang tidak senang hatinya. Yaitu Kang Tri. Bukan karena harus mengaji, tapi kisah horornya terpotong setelah ustadz Ali datang. Hamper setiap hari sambil menunggu ustadz ali datang, Triwanto selalu mengumpulkan kami untuk sekedar mendengar cerita cerita horornya. Dan saat itu saya masih percaya dengan cerita cerita bodoh seperti itu.

Setelah ustadz Ali menanggapi ciuman tangan dari kami. Ustdaz Ali pun memulai pelajaran dengan mengajak kami untuk sholat ashar berjamaah. Banyak dari kita yang masih belum paham betul dengan sholat. Sehingga banyak dari kita yang sholat secara sembarangan layaknya anak kecil yang melakukan apapun tanpa takut dosa. Masih sering toleh toleh, sikut sikutan dan berguarau. Ustadz Ali adalah sosok guru mengaji yang amat sangat penyabar. Melihat tingakh laku anak didiknya seperti itu beliau tidak pernah marah. Beliau memberikan arah yang benar dengan lemah lembut dan penyayang.

“lekne sholat mboten angsal ngoten, mangke duso, sholat niku menghadap gusti Allah, menghadap tuhan semesta alam, jadi kalau besok sholat berjamaah lagi atau sholat sendirian harus tenang, tidak boleh bergu,,,rau. Bisa kan??. Nasehat ustadz Ali setelah menjadi imam sholat ashar waktu itu.

“sekarang kita belajar mengaji untuk anak yang  masih kecil diruangan perempuan ya, yang sudah besar di ruangan laki laki”. Titah ustadz Ali saat pembagian tempat untuk mengaji. Iya musola kami cukup besar untuk kami mengaji. Terdiri dari dua ruangan, yaitu ruangan sholat laki-laki dan ruangan sholat perempuan. Masing masing ruangan ini dipisahkan oleh tembok dengan satu pintu. Dan ustadz membagi dua bagian yaitu usia dibawah 10 tahun dan diatas 10 tahun. Pelajaran yang sangat mudah diingat pada saat itu adalah pelajaran membaa alquran yang unik. Pembacaan tartil alquran dengan pengucapan yang pas.

“semuanya ikutin ya. Ba Bi Bu Bab”. Ajak Ustadz Ali

“Ba Bi Bu Bab”. Serentak kita sambil teriak mengikuti suara ustadz Ali.

“Ta Ti Tu Tats”. Ajak Ustadz Ali sekali lagi

“Ta Ti Tu Tat”. Sahut kami sembarangan menjawab

Dengan tersenyum ustadz Ali mencoba bersabar menghadapi kanakalan kami,

“Tats..lidahnya sambil digigit dikit yaaa. Jangan tat”. Ucap ustadz Ali menanggapi jawaban kami yang sembarangan.

Ustadz Ali memang sosok yang selalu menjadi dambaan setiap anak saat itu, sikap sabar, lemah lembut, dan penyayangnya membuat kami bertekuk lutut dan mematuhi titahnya.

Kamipun sangat bersemangat mengikuti suara ustadz kami yang sangat fasih itu. Terdengar diserambi laki laki suara suara fasih dari kakak kakak sebelah sangat fasih terdengar. Salah satunya adalah Cak Suliono dan Mas Edi. Cak Suliono adalah saudara saya dari ibu. Sedangkan mas edi adalah kakak dari teman saya. Mereka juga belajar sangat fasih dari ustadz Ali. Cak Suliono adalah salah satu terobosan hebat anak didik ustadz Ali, suara yang fasih dan sangat penurut.

Sebelum mengaji dibubarkan, ustadz Ali menunjuk beberapa santri untuk tinggal dimushola karena ada pengumuman. Salah satunya adalah saya. Saya sangat kaget karena dari sekian banyak santri yang ada kenapa saya yang masih bau kencur ikut dipanggil. Suasana hati saya penuh dengan Tanya. Ada perasaan takut dan gelisah. Namun saya tidak sendirian, saudara saya Cak Suliono pun dipanggilnya. Setelat semua santri pulang, Ustadz Ali mengabarkan bahwa kami yang masih stay di Mushola akan ditugaskan untuk mengikuti berbagai lomba. Acara lomba ini diadakan di pusat pondok pesantren dusun gadungan. Berbagai macam lomba pun diadakan saat itu, diantaranya adalah lomba adzan, tartil Alquran, Qiroah, Puisi, dan da’i. sayapun semakin takut dikala itu. Saya masih kecil, masih belum bisa membaca al-qur an dengan lancar harus ikut serta dalam lomba ini. Tanpa basa basi saya pun langsung bertanya.

“Pak Ali saya kan masih belum bisa baca Al-Quran. Saya maluu”. Tanya ku saat itu.

“Joni nanti ga usah baca Al-Qur an, joni nanti lomba puisi saja ya” jawab ustadz Ali meneduhkan Hati. Namun sayapun bertambah takut, karena saat itu saya masih belum ngerti arti puisi.

“Pak Ali saya gak ngerti Puisi, saya baca saja masih belum bisa”. Jawab saya kketakutan

“Joni, kan gak pernah baca puisi oleh karena itu belajar baca puisi. Nanti biar mbak atimah yang ngajarin Joni membaca puisi dan bagaimana berpuisi itu, Pak Ali yakin Joni pasti bisa, Joni kan anake periang, pemberani, masak lomba puisi aja takut, malu donk ama teriak teriakannya Joni selama ini.” Jawab Ustadz Ali memotivasi saya.

Karena merasa gengsi dan sindiran ustadz ali, saya pun bersedia untuk ikut lomba puisi. Meskipun tak ada pengetahuan sedikitpun mengenai Puisi Di benakku. Akan tetapi berkat dorongan dan keyakinan ustadz Ali kepadaku sayapun ikut yakin bahwa aku bisa.

Hari demi hari aku lalui dengan selalu menghapal puisi. Puisi tersebut dibuat oleh mbak Fat, mbak Fat adalah kakak dari sahabat karib saya. Mbak Fat yang selalu mengajarkan kepada saya bagaimana membaca puisi, gerakan gerakan puisi. Pada saat itu saya masih belum paham betul perihal puisi, jadi apapun yang diajarkan mbak Fat selalu aku terapkan. Dengan menghapalkan puisi tersebut saya jd tidak mengerti arti dan maksud dari puisi tersebut. Yasudahlah yang terpenting saat itu adalah saya haru bisa membuktikan ke ustadz Ali bahwa saya bisa. Itu saja yang ada dalam benakku. Dan akhirnya waktu perlombaan pun tiba. Satu persatu peserta lomba maju kedepan. Mengeluarkan semua keahlian dan bakat yang dimiliki. Giliran saya pun tiba. Dengan lantang namaku di panggil. Ustadz Ali dengan menggunakan jubah putih mengalungkan serbannya ke leherku.

“Ayo le, kamu pasti bisa”. Ucap ustadz Ali memotivasi saya.

Saya pun langsung naik ke atas panggung yang tinggi.

 

Satu hal yang selalu menjadi pelajaran bagiku adalah percaya Diri itu muncul ketika kita yakin pada kemampuan kita

pemecahan masalah statistika dengan bantuan Sigma Global Solution Batam


Kepulauan Riau sebagai salah satu propinsi yang terletak di bagian barat negara kesatuan Republik Indonesia, merupakan sebuah propinsi yang saat ini tengah berkembang dengan sangat pesat baik dalam bidang industri manufacturing, shipyard, pariwisata, budi daya maritim, dan jasa, terlebih lagi dengan letak geografis yang sangat strategis maka kepulauan Riau banyak menyimpan potensi yang masih dan akan terus dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan “pasar” baik secara kawasan Asia tenggara bahkan dunia.  Pulau Batam contohnya…pulau ini secara geografis terletak sangat dekat dengan negara Singapura (hanya 45 menit dengan menggunakan kapal ferry) yang sangat terkenal dengan jasa pelayanan dan perkembangan industri yang berkembang dengan pesatnya. Dengan kondisi seperti ini tentunya kita semua dapat memahami betapa besar potensi yang dapat kita kembangkan di pulau Batam ini, namun demikian hal itu hanya akan menjadi sebuah “mimpi” belaka jika penyelenggara pemerintahan tidak menangani hal ini dengan serius.  Visi dan Misi untuk menjadikan Batam sebagai Bandar Madani perlu untuk ditindak lanjuti dengan sebuah komitmen dari seluruh elemen penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.

Sigma Global Solution Batam (SGSB) kini hadir di Batam sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam usaha mewujudkan Batam menjadi sebuah Bandar Madani dengan memberikan solusi total sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.  SGSB memberikan jasa layanan untuk semua kalangan baik itu pemerintahan, civitas akademika, industri, perbankan, dll dalam bidang pengolahan data, survey, dan training (Untuk fokus 2011-2012), dimana kami memiliki tenaga ahli dan profesional dari Institiut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang telah berpengalaman dibidang ini,  Sampai saat ini tidak kurang dari 15 perusahaan terkemuka di  Batam dan Bintan telah menggunakan tenaga profesional kami dalam hal pelatihan (training) dan masih akan merambah ke beberapa perusahaan lainnya.

We knew what you need and we’ll provide you a solution…!!!!
Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi Bachtiar Aris D (081270052013); Joni Irawan (085755653496)

mudah untuk lulus kuliah dan analisis skripsi/tugas akhir


SURABAYA – Ilmu statistika merupakan momok bagi sebagian mahasiswa hingga saat ini. Selain karena banyaknya rumus yang digunakan, memahami ilmu ini memang perlu ketekunan dan ketelitian lebih. Halangan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mereka membentuk sebuah komunitas bernama Profesional Statistik atau PSt untuk membantu melakukan survey, data entry, hingga analisis data.1_113930201l

UNAIR dan UNIBRAW adalah dua perguruan tinggi yang paling sering menggunakan jasa mereka. Namun hal ini tidak berarti bahwa klien PSt terbatas hanya mahasiswa akhir semester saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan besar. Beberapa perusahaan bahkan sudah menjadi’pelanggan’ PSt. Hard Rock FM, JTV, Sosro, Badan Narkotika Nasional, Honda, hingga Djarum selalu mempercayakan urusan penelitian dan pengembangan perusahaan mereka pada komunitas ini.

Berbeda pada komunitas pada umumnya, PSt melakukan rekrutmen terbatas pada mahasiswa Jurusan Statistika ITS saja. Namun bukan berarti semua mahasiswa di jurusan tersebut bisa menjadi anggota komunitas ini. Untuk bisa bergabung, harus mengikuti serangkaian tes untuk menguji kesungguhan melakukan survey dan pengetahuan mengenai statistika. Hal ini dikarenakan mereka tidak sekedar melaksanakan hobi namun juga menjaga profesionalisme dan kepercayaan klien yang mereka bantu.

PSt berawal dari sekelompok mahasiswa Jurusan Statistika ITS tahun 1990 yang study oriented. Anggotanya terdiri atas mahasiswa dengan IPK di atas 3,0 dengan kegiatan yang terkonsentrasi pada penelitian skala nasional. Di awal berdirinya, komunitas ini dinamakan Pro-Stat. Setelah empat tahun berjalan barulah komunitas ini diberi nama PSt dan mulai banjir proyek dari pihak luar.

“Dalam perjalanannya, PSt kemudian dijadikan sumber dana bagi Himasta (Himpunan Mahasiswa Statistika, red) dan diberi otoritas mandiri,” kenang Unung Istopo SSi, direktur pertama PSt yang kini menjadi business process analyst di Enciety.

Meski sempat vakum selama beberapa tahun, komunitas ini hidup kembali di awal pertengahan tahun 2002. Namun situasi ini hanya bertahan satu tahun. Setelah itu PSt bangkit kembali dan masih berorientasi pada akademik. Tahun 2005 format PSt mulai dirombak, tidak lagi terfokus pada teori Statistika, tapi juga praktek. Dipimpin oleh Prasetyo sebagai direktur, PSt dibentuk menyerupai miniatur perusahaan lengkap dengan direktur dan empat managernya. Departemen yang dimanageri komunitas ini adalah Human Resources Department (HRD), Operational Department, Public Relation & Marketing Department, dan Departemen Konsultasi & Pengolahan Data. Dengan perombakan tersebut, PSt mulai membuka jasa survey, data entry, dan analysis data dengan mematok tarif tertentu.

Hingga kini PSt menjadi komunitas kebanggaan Jurusan Statistika. Berbagai macam tugas lapangan sudah menjadi sarapan hal biasa bagi anggotanya.  ‘Zona kerja’ mereka tidak hanya melingkupi wilayah Surabaya. Sebagian besar wilayah Indonesia Timur pernah mereka jelajahi. Jakarta dan Kalimantan pun tak luput dari jangkauan mereka.

“Kalau survey itu enaknya bisa jalan-jalan ke luar kota, tapi dibayari perusahaan. Selain itu juga memperluas pergaulan dan link yang nantinya bermanfaat untuk di dunia kerja,” kenang Faridah Yuliani, Manager Konsultasi dan Analisis Data.

“Selain itu (survey) memperdalam ilmu statistika kita, seperti Teknik Sampling. Karena ketika survey kita tidak tahu konsep Sampling Acak atau Stratifikasi, maka data yang kita dapat kurang mewakili populasi. Kalau sudah begini, biasanya klien tidak mau (menerima hasil survey),” lanjut Faridah yang sudah dua tahun bergabung dengan PSt ini.

Honor yang diterima anggota PSt memang cukup menggiurkan untuk ukuran mahasiswa. Satu kuesioner saja mereka bisa menerima lima belas ribu hingga seratus ribu rupiah. Tak heran bila banyak mahasiswa yang tertarik bergabung di komunitas ini.

Namun dengan besarnya honor tentu terdapat tingkat kesulitan tersendiri. Zainudin, misalnya, mahasiswa Jurusan Statistika angkatan tahun 2008 ini mengaku seringkali mendapat kesulitan untuk survey model FGD, Forum Group Discussion.

“Bayarannya sangat besar, tapi nyari responden yang mau bergabung dengan acara yang diselenggarakan perusahaan klien itu sulit,” ungkap Zai.

Berbeda lagi dengan Yatimul Masfufah. Mahasiswa asal Lumajang ini mengaku kesulitan memperoleh jawaban responden yang sulit mendeskripsikan jawabannya.

“Misalnya, ketika ditanya apa beda rasa rokok A dan rokok B, mereka menjawab, ‘Yo wes ngono, Mbak. Bedo lah pokoke’. Jawaban yang sulit diprobing ini menjadikan kita tidak bisa mendeskripsikan rasa rokok seperti apa yang disukai responden,” jelas Yatimul.

Tahun ini, anggota PSt mencapai 73 orang. Namun ketika mengerjakan suatu proyek survey biasanya mereka membentuk kelompok kecil. Seperti saat ditemui Radar, mereka tengah mengerjakan data entry dari JICA Study Team. Komunitas ini tidak memiliki tempat tertentu sebagai markas. Biasanya mereka berkumpul di Taman Sigma Jurusan Statistika atau halaman Pasca Sarjana Matematika. Saat dikejar deadline survey, mereka bisa berkumpul di cafe bahkan serambi masjid.

Untuk memanfaatkan jasa komunitas ini bukanlah hal yang sulit. Cukup menghubungi sang direktur, Joni Irawan, maka tak lama klien akan menerima konfirmasi. Alur pembagian tugasnya pun tidak terlalu rumit. Setelah direktur dihubungi oleh klien dan melakukan negosiasi, selanjutnya masing-masing manager akan dihubungi untuk mengetahui anggota komunitas yang sedang menganggur. Untuk proyek luar kota biasanya diutamakan anggota yang berasal dari kota tersebut. Setelah itu anggota komunitas yang siap ‘bertualang’ menghubungi klien untuk briefing dan kemudian menjalankan hobi mereka, survey.

Sekilas, komunitas ini memang tampak seperti minatur perusahaan. Namun mereka bergabung tidak semata karena honor yang diterima tetapi juga karena kesamaan hobi yaitu survey. Tak heran bila Joni selalu disibukkan dengan telepon permintaan bantuan survey melalui ponselnya. (taw)

Sumber: Blog Pribadi Tika We

jasa tugas akhir dan penelitian proyek perusahaan


Ketika Sebagai mahasiswa, saya memiliki suatu keinginan yang sangat kuat. Saya ingi menjadi sosok yang berbeda di antara teman-teman saya. Ketika teman kuliah pada asik jalan jalan ke Mall menghabiskan uang mereka untuk sekedar senang-senang, saya lebih condong mencari uang untuk kehidupan saya. Suatu ketika saya berfikir mengenai sikap dan tingkah ;laku saya yang condong tidak sama dengan teman-teman saya. Saya lebih berfikir bagaimana caranya agar saya selama kuliah ini tidak merepotkan orang tua saya. Kuliah memang bukan kehendak dari orang tua saya. Saya yang nekad untuk kuliah, sehingga dalam hati saya terus berfikir dan berjanji pada diri saya sendiri untuk bisa menghidupi diri saya sendiri tanpa harus meminta uang dari orang tua.

Alhasil setelah selama 3,5 tahun menimba ilmu dibangku kuliah saya bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang tua. Bahkan bisa memberikan perhiasan buat orang tua. Darimana uang yang saya dapatkan? saya adalah mahasiswa yang beruntung. ketika saya kuliah saya tidak pernah membayar uang kuliah sepeserpun, jikalau ada mungkin membayar buku-buku atau ijasah. berbekal dari situ saya mulai mengembangkan keahlian saya di bidang statistik. mungkin selam ini statistika di pandang remeh oleh setiap orang, tapi justru ilmu statistika inilah yang menghidupi saya selama saya kuliah. beberapa pengalaman saya dalam hal mencari uang yaitu:
1. surveyor, In Final management Students widyagama university.2007.

2. Surveyor, Labour Welfare Indonesia Survey in Malang, PT. Sinergy,.2007.

3. Surveyor PT. Angkasa Pura Surabaya In Final Statistics Students ITS.2009.

4. JTV Surveyor Surabaya In Final Statistics Students ITS.2009.

5. Surveyor Transportation Facilities and Infrastructure Surabaya. In Final Civil Engineering Students ITS.2009.

6. Surveyor Surabaya Mayor Election 2010.

7. Job Training in Bank Indonesia Surabaya 2010.

8. North Sulawesi Governor Election Supervisor 2010.

9. Election Data Entrior Governor of North Sulawesi 2010.

10. Market Price Monitoring Surveyors And Households In Pasuruan 2010.

11. Environmental Impact Assessment Surveyor Port BOOM Banyuwangi 2010.

12. Surveyors Measuring Market Potential Gayungsari Surabaya SOLAR MARKET PD 2011.

13. Assistant Lecturer, Introduction Methods Subjects, Statistics Department of Statistics ITS 2010-2011.

14. Assistant Lecturer, Regression Method, Department of Statistics ITS 2010-2011.

15. Assistant Lecturer , Quality Control, Department of Statistics ITS 2010-2011.

16. Data Analysis, UPh Student Thesis, Data Analysis Using SEM Analysis 2010.

17. Data Analysis, UB Student Dissertation, Data Analysis Using the PLS Analysis 2011.

finally saya bisa lulus sebagai mahasiswa jurusan statistika ITS dengan rentan waktu 3,5 tahun.

Education

Bachelor’s degree in Statistics , ITS Surabaya.

With GPA 3.35 of scale 4.

butuh perubahan


sebenernya saya sudah malas berbicara masalah kayak gini. tapi lambat laun kejadian ini semkain menyiksa mahasiswa. kenapa mahasiswa ingin lulus saja harus dipersulit. kalo misanya memang ingi memberikan pelajaran buat mahasiswa paling tidak jangan menyiksa gtu donk. mahasiswa juga sudah berusaha. peraturan terbaru yang telah diterapkan dijurusan statistika untuk kelulusan 103 menerapkan bahwamahasiswa bisa melakukan seminar proposal jikalau mereka sudh lolos test toefl 477. apakah itu tidak menyiksa mahasiswa?jiklau ini sistem baru bagi jurusan kenapa langsung mendadaka kayak gini paling tidak itu buat adik2 kelas yang mau lulus..apalagi dengan jadwal terbaru yang waktunya singkat kayak gitu

Jadwal2 Pelaksanaan TA & Pengarahan TA (paling update)

Pengarahan Pelaksanaan TA oleh Korta dilaksanakan pada :

Hari       : Senin, 14 Februari 2011

Pukul     : 15.00 – selesai

Tempat : T102

 

Jadwal Pelaksanaan TA :

  1. data mahasiswa (stlh frs online) –>  minggu ke-0 (sd 11 februari 2011)
  2. mahasiswa mendaftar bidang minat/topik –>  minggu ke-1 (16-18 februari 2011)
  3. permohonan surat ket./pengantar (ttd kajur) –> setiap saat diperlukan
  4. alokasi pembimbing –>  minggu ke-2 (21- 24 februari 2011)
  5. pengumuman pembimbing –>  28 februari 2011
  6. proses pembimbingan proposal (min 3x) –> mulai 28 februari 2011
  7. pendaftaran seminar proposal –> sd 11 maret 2011
  8. seminar proposal –> sd 1 april 2011
  9. perbaikan & ACC proposal –> 1 minggu stlh seminar proposal
  10. pelaksanaan & pembimbingan TA (min 7x)
  11. pendaftaran seminar & ujian TA –> sd 17 juni 2011
  12. validasi –> sebelum seminar
  13. seminar TA –> 1 juni 2011
  14. ujian TA –> sd 8 juli 2011
  15. ttd buku TA –> sd 22 juli
  16. pra yudisium jurusan –> 26-29 juli 2011
  17. yudisium fak –> 1- 6 Agust 2011

sekarang sudah tanggal 15 februari apakah waktu 2 bulan ini cukup untuk belajar test toefl,sedangakan sebgaian besar dari mereka juga masih banyak yang kuliah..??

saya hanya berdoa semoga temen2ku bisa menaklukkan semua itu,,semangat teman

TUGAS AKHIR ATAU SKRIPSI


tugas akhir atau skripsi merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa untuk lulus. Langkah-langkah dalam penyusunananya pun sangat ribet. harus menyelesaikan inilah, itulah, tapi gak tau itu tujuannya buat ap…

 

 

BERSAMBUNG..PENULIS NGANTUK