all about joni irawan

Posted: Januari 30, 2011 in Tak terkategori

Who am I??? Pertanyaan yang selalu muncul ketika kita mau mengenal lebih dekat tentang seseorang. sebelum mengetahui lebih jauh tentang orang lain, kita harus terlebih dahulu mengenal diri sendiri. Ada banyak hal yang selalu dibahas dari pertanyaan ini. Pertanyaan singkat yang bisa dijabarkan dengan banyak kalimat, bahkan bias menghabiskan beberapa lembar kertas. Sebuah pertanyaan yang luar biasa bagi kita. Nama saya Joni Irawan. Nama yang dianugerahkan oleh orang tua saya kepada saya. Dulu saya belum mengerti artinya. Ketika saya bertanya pada orang tua, ternyata mereka pun tak tahu. Akhirnya, ketika saya mengejar ilmu ke pesantren saya mendapatkan jawabnya. Arti dari nama ini jika dilihat dari bahasa Arab adalah orang yang mempunyai banyak kedatangan orang. Dan ketika diperjelas kepada orang tua, merekapun tetep saja tidak mengerti dan berdalih bahwa memberi nama joni berdasar atas bulan kelahiran saya yang jatuh pada tanggal 5 juni 1989, sehingga nama saya menjadi Joni Irawan. Saya dilahirkan di keluarga sederhana sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Kami tinggal di pinggiran Kabupaten Malang. Tepatnya di dusun Gadungan desa Karanganyar kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. Suatu desa kecil yang masih belum banyak terjamah oleh orang luar dan belum banyak diketahui oleh khalayak ramai. Di desa ini saya dilahirkan. Dan di desa ini pula saya tumbuh hingga SMA. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, demikian pula keluarga saya. Bagi petani di sini, pendidikan tidak mutlak diperlukan dalam hal mencari pekerjaan. Gedung sekolah dasar yang berdiri kokoh hanya formalitas belaka. Setelah itu, hanya sebagian kecil dari lulusan SD tersebut yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke SMP. Pemahaman tersebut berlaku bagi tiga kakak saya. Pendidikan formal mereka hanya berhenti di bangku SMP. Namun, saya mempunyai pandangan yang berbeda. Ilmu pengetahuan sangatlah penting. Dengan pandangan ini, saya buktikan bahwa saya bisa mengembangkan ilmu dan memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik. Dengan usaha keras, saya selalu mendapatkan peringkat 1 saat SMP. Inilah sebuah pembuktian untuk orang tua saya. Semangat untuk terus mendapatkan ilmu yang sebaik-baiknya ternyata menarik perhatian dari guru-guru SMP saya. Mereka mendekati orang tua saya serta memberikan pemahaman supaya saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya, Tuhan membukakan pikiran orang tua saya. Saya bisa mengenyam bangku SMA. Saat itu, banyak sekali hambatan dari keluarga saya sendiri. Untuk mengatasi rasa iri saudara-saudara, saya harus bekerja untuk membantu biaya sekolah saya. Banyak pekerjaan yang sudah saya jalani selama di bangku SMA hingga alhamdulilah, saya lulus. Saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus daripada saudara-saudara saya. Tak terlintas dalam benak saya saat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biayanya terlalu besar. Namun, dengan pengalaman saat SMA yang hampir membuat putus sekolah karena masalah biaya, saya yakin bisa menimba ilmu di perguruan tinggi. Meski begitu, orang tua saya menolak dengan tegas keinginan tersebut. Tak ingin jadi anak durhaka, saya menurut. Menuruti kata orang tua tak berarti saya menyerah dan diam. Saya mencari perguruan tinggi yang sesuai dan memiliki program beasiswa. Awalnya, saya mendaftar di Universitas Kanjuruhan Malang. Program beasiswanya cukup menarik, membuat saya kembali berani bermimpi untuk kuliah. Namun ternyata guru BP saya memiliki solusi lain, yaitu mendaftar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Dari cerita-cerita yang beredar, hanya orang-orang hebat dan teladan masyarakat lah yang bisa masuk ITS. Meski bimbang, akhirnya saya terima juga usulan itu. Saya tidak berani memberitahu orang tua mengingat larangan mereka. Padahal, saya tak punya biaya untuk sekedar mencetak formulir pendaftaran. Kendala tersebut diketahui sahabat saya, Sandi. Ia berinisiatif mengumpulakan dana dari teman-teman sekelas. Saya sangat berterimakasih padanya dan banyak berhutang budi. Di sisi lain, beban tanggung jawab menghantui saya. Saya khawatir mengecewakan teman-teman bila todak diterima di ITS. Hari demi hari menunggu, akhirnya ITS mengumumkan bahwa kalau saya diterima melalui jalur PMDK berbeasiswa. Sujud syukur spontan saya lakukan di hadapan teman-teman dan guru-guru SMA. Segenap nyali saya kumpulkan untuk memberi tahu orang tua. Ibu saya terkejut dan bersikeras melarang. Beliau khawatir saya terlantar di tanah orang. Namun, dengan nasehat dari guru-guru serta pengetahuan tentang ITS, beberapa hari setelahnya saya diijinkan melanjutkan pendidikan di kampus perjuangan, kampusnya orang-orang terpilih.   Apa yang Ingin Saya Capai Nanti?? Banyak mimpi yang ingin saya capai, angan-angan yang selalu muncul ketika saya beranjak tidur. Terkadang mimpi itu menjadi belenggu karena lama tak terwujud. dan adanya ketakutan jikalau mimpi itu tidak terwujud. Tapi saya yakin bahwa saya bisa menggapai mimpi itu. Setiap orang pasti punya mimpi, begitu pula dengan saya. Saya mempunyai mimpi untuk mengentas kemiskinan di lingkungan keluarga. Saya yakin dengan dengan saya berkuliah dan saya mendapatkan wawasan tentang pengetahuan yang lebih dari pada saudara-saudara saya yang lain, saya bisa mewujudkan mimpi itu. Dengan adanya semangat yang tinggi serta dorongan dari keluarga dan sahabat-sahabat tercinta, saya bisa melakukannya. Dengan niat dan tekad yang keras serta selalu bersyukur kepada tuhan saya pasti bisa. Mimpi saya yang selanjutnya yaitu pingin membangun desa. membangun bukan berarti merusak lingkungan di desa dan membangun gedung-gedung yang tinggi. Akan tetapi menganjurakan serta memberikan suatu pemahaman tentang pentingnya pendidikan dikalangan generasi saat ini. Kegiatan bertani tetap dijalankan tetapi pendidikan juga berjalan. Dengan adanya pemahaman tentang pendidikan desa menjadi paham dan mengerti cara bertani yang benar dan bisa mengembangkan cara bertani sehingga pertanian bisa menjadi sangat bermanfaat.

Komentar
  1. aditya rahman mengatakan:

    salut aku dgn perjuanganmu..smoga smua impianmu bs tercapai..
    kita punya crita hidup yg sama berjuang dgn sgala keterbatasn.

  2. Alfiana(fifi) mengatakan:

    seribu tepuk tangan buat mas jon jon
    bahkan ratusan tepuk tangan buat mas joni
    q kagum m mr.jon jon
    q sdkit terharu
    hihihihihiiiiii:-p
    q jd malu sama mas joni cz q yg sering mengeluh dan terkadang cpt ptus asa
    baca tulisan mas joni mata hatiku jd terbuka
    tulisan mas joni yg nie bs jd inspirasi org yg bca tulisan nie
    q hanya bs mendoakan smoga apa yg di’cita”kn mas joni bs terwjd
    amieennn:-D
    do the best ya mas joni
    tak da yg tak munggkin xlu sdh dikrjkn dgn berdoa berusaha dan sungguh” PASTI BISA
    (waduchhh tumben ya q bs ngomong kyk gnie hehehehehehehe)

  3. joniirawan mengatakan:

    fifi: apa to fi,,ak bukan panutan yang bagus,,yang selalu membentak bentak kamu saat mengajar kamu,,tidak memberikan contoh yang baik saat diluar kuliah,,setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan fi,mungkin dari sudut sikap ,,ak sangatlah kurang,,tapi juga bisa ditutupi oleh tindakannku yang lain,,

    aditya: makasih adit, kita cuman bisa melaksanakannya dengan gigih, ikhtiyar tanpa mengeluh..kita tidak bisa memilih apa yang terjadi sama kita tapi kita bisa merubahnya..

  4. Alfiana(fifi) mengatakan:

    hahahhhaaa
    hehehheeee
    hihihihiiiiiiii
    xlu masalah bentak sich pertamanya sichh kgett tp lama kelama’n sdh biasa mas jon pa lg udh kenal karakter mas joni t kyk gmn sprti pa jadi sdh sdkt memahami dr karakter mas joni
    tp q ngrasa dari bentakan t q jd bs bertanggungjwb atas pekerjaan yg hrs q lakukan toh slma nie bentakan mas joni brsifat positif malah sikap sikap yg begono jd ciri khas mas jon jon terkadang bentakan t da yg bikin ktawa jg
    heheheheheeeheee
    oya,,
    0paq baca jg low tulisan mas joni nie katanya” working on and apply what’s in your writing ” :-D
    ckkckckkcckkkkkkk

  5. joniirawan mengatakan:

    loh kok bisa sampe opa kamu yang baca??
    pelanggaran iki,,

    oh bagus itu..memang seharusnya gitu,,berarti habis ini kalo ketemu lagsung dibentak aja ya,,,hahahaha

  6. Alfiana(fifi) mengatakan:

    halahhh
    jgn bentak” mas jon cpt tua
    hahahahhaaaaaaaa
    lbh baik nglucu ja mas jon kn mas joni ckrng jrng nglucu
    hihihiiiiiiii
    xlu masalah opaq ya iyalah opaq kn gaul man!!
    opaq tau cz wktu q bca beliau jg ikd baca
    ckkkckckkkkkkk
    CONGRAT ya mas jon cz anda telahh dinyatakan LULUS
    doakn q biar q kyk mas jon jon bahkan lbh baik lgi
    hihihiiiiii
    traktirannya q tunggu ya mas jon jon
    :-p

    • joniirawan mengatakan:

      kamu katanya mau traktir ak fi??mana??

  7. Alfiana(fifi) mengatakan:

    walah kc jd q yg ntraktir
    tp yaudh q traktir tapi terangin q tentang devisi PST yach yang lengkap lebih dalam padat jelas dan akurat
    hahahhahahaaaaaaaaaaaaaa:-D
    gmn??

  8. joni irawan mengatakan:

    aslkm wr wb salam kenal ya kita senama,, luapan hati yg bagus

    • joniirawan mengatakan:

      waalaikums salam..
      hehehe iya nama kita sama..
      thanks gan

  9. joniirawan mengatakan:

    fifi:buat apa fi??kok ke aku??kan ada rizal.erma

  10. Pusmasari mengatakan:

    Salam kenal…ceritamu hampir sama dengan suamiku…slalu mendapat beasiswa karena pintarnya, dapat uang ntuk sekolah karena membantu orang…alhamdulillah dia termasuk orang sukses bagiku…namanya pun joni irawan…tp suku kami palembang…moga sukses slalu

    • joniirawan mengatakan:

      semoga saya juga bisa seperti suami mbak. menjadi sukses untuk diri sendiri dan keluarga serta orang lain,,,
      terimakasih,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s