Kepulauan Riau sebagai salah satu propinsi yang terletak di bagian barat negara kesatuan Republik Indonesia, merupakan sebuah propinsi yang saat ini tengah berkembang dengan sangat pesat baik dalam bidang industri manufacturing, shipyard, pariwisata, budi daya maritim, dan jasa, terlebih lagi dengan letak geografis yang sangat strategis maka kepulauan Riau banyak menyimpan potensi yang masih dan akan terus dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan “pasar” baik secara kawasan Asia tenggara bahkan dunia.  Pulau Batam contohnya…pulau ini secara geografis terletak sangat dekat dengan negara Singapura (hanya 45 menit dengan menggunakan kapal ferry) yang sangat terkenal dengan jasa pelayanan dan perkembangan industri yang berkembang dengan pesatnya. Dengan kondisi seperti ini tentunya kita semua dapat memahami betapa besar potensi yang dapat kita kembangkan di pulau Batam ini, namun demikian hal itu hanya akan menjadi sebuah “mimpi” belaka jika penyelenggara pemerintahan tidak menangani hal ini dengan serius.  Visi dan Misi untuk menjadikan Batam sebagai Bandar Madani perlu untuk ditindak lanjuti dengan sebuah komitmen dari seluruh elemen penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.

Sigma Global Solution Batam (SGSB) kini hadir di Batam sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam usaha mewujudkan Batam menjadi sebuah Bandar Madani dengan memberikan solusi total sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.  SGSB memberikan jasa layanan untuk semua kalangan baik itu pemerintahan, civitas akademika, industri, perbankan, dll dalam bidang pengolahan data, survey, dan training (Untuk fokus 2011-2012), dimana kami memiliki tenaga ahli dan profesional dari Institiut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang telah berpengalaman dibidang ini,  Sampai saat ini tidak kurang dari 15 perusahaan terkemuka di  Batam dan Bintan telah menggunakan tenaga profesional kami dalam hal pelatihan (training) dan masih akan merambah ke beberapa perusahaan lainnya.

We knew what you need and we’ll provide you a solution…!!!!
Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi Bachtiar Aris D (081270052013); Joni Irawan (085755653496)

SURABAYA – Ilmu statistika merupakan momok bagi sebagian mahasiswa hingga saat ini. Selain karena banyaknya rumus yang digunakan, memahami ilmu ini memang perlu ketekunan dan ketelitian lebih. Halangan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mereka membentuk sebuah komunitas bernama Profesional Statistik atau PSt untuk membantu melakukan survey, data entry, hingga analisis data.1_113930201l

UNAIR dan UNIBRAW adalah dua perguruan tinggi yang paling sering menggunakan jasa mereka. Namun hal ini tidak berarti bahwa klien PSt terbatas hanya mahasiswa akhir semester saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan besar. Beberapa perusahaan bahkan sudah menjadi’pelanggan’ PSt. Hard Rock FM, JTV, Sosro, Badan Narkotika Nasional, Honda, hingga Djarum selalu mempercayakan urusan penelitian dan pengembangan perusahaan mereka pada komunitas ini.

Berbeda pada komunitas pada umumnya, PSt melakukan rekrutmen terbatas pada mahasiswa Jurusan Statistika ITS saja. Namun bukan berarti semua mahasiswa di jurusan tersebut bisa menjadi anggota komunitas ini. Untuk bisa bergabung, harus mengikuti serangkaian tes untuk menguji kesungguhan melakukan survey dan pengetahuan mengenai statistika. Hal ini dikarenakan mereka tidak sekedar melaksanakan hobi namun juga menjaga profesionalisme dan kepercayaan klien yang mereka bantu.

PSt berawal dari sekelompok mahasiswa Jurusan Statistika ITS tahun 1990 yang study oriented. Anggotanya terdiri atas mahasiswa dengan IPK di atas 3,0 dengan kegiatan yang terkonsentrasi pada penelitian skala nasional. Di awal berdirinya, komunitas ini dinamakan Pro-Stat. Setelah empat tahun berjalan barulah komunitas ini diberi nama PSt dan mulai banjir proyek dari pihak luar.

“Dalam perjalanannya, PSt kemudian dijadikan sumber dana bagi Himasta (Himpunan Mahasiswa Statistika, red) dan diberi otoritas mandiri,” kenang Unung Istopo SSi, direktur pertama PSt yang kini menjadi business process analyst di Enciety.

Meski sempat vakum selama beberapa tahun, komunitas ini hidup kembali di awal pertengahan tahun 2002. Namun situasi ini hanya bertahan satu tahun. Setelah itu PSt bangkit kembali dan masih berorientasi pada akademik. Tahun 2005 format PSt mulai dirombak, tidak lagi terfokus pada teori Statistika, tapi juga praktek. Dipimpin oleh Prasetyo sebagai direktur, PSt dibentuk menyerupai miniatur perusahaan lengkap dengan direktur dan empat managernya. Departemen yang dimanageri komunitas ini adalah Human Resources Department (HRD), Operational Department, Public Relation & Marketing Department, dan Departemen Konsultasi & Pengolahan Data. Dengan perombakan tersebut, PSt mulai membuka jasa survey, data entry, dan analysis data dengan mematok tarif tertentu.

Hingga kini PSt menjadi komunitas kebanggaan Jurusan Statistika. Berbagai macam tugas lapangan sudah menjadi sarapan hal biasa bagi anggotanya.  ‘Zona kerja’ mereka tidak hanya melingkupi wilayah Surabaya. Sebagian besar wilayah Indonesia Timur pernah mereka jelajahi. Jakarta dan Kalimantan pun tak luput dari jangkauan mereka.

“Kalau survey itu enaknya bisa jalan-jalan ke luar kota, tapi dibayari perusahaan. Selain itu juga memperluas pergaulan dan link yang nantinya bermanfaat untuk di dunia kerja,” kenang Faridah Yuliani, Manager Konsultasi dan Analisis Data.

“Selain itu (survey) memperdalam ilmu statistika kita, seperti Teknik Sampling. Karena ketika survey kita tidak tahu konsep Sampling Acak atau Stratifikasi, maka data yang kita dapat kurang mewakili populasi. Kalau sudah begini, biasanya klien tidak mau (menerima hasil survey),” lanjut Faridah yang sudah dua tahun bergabung dengan PSt ini.

Honor yang diterima anggota PSt memang cukup menggiurkan untuk ukuran mahasiswa. Satu kuesioner saja mereka bisa menerima lima belas ribu hingga seratus ribu rupiah. Tak heran bila banyak mahasiswa yang tertarik bergabung di komunitas ini.

Namun dengan besarnya honor tentu terdapat tingkat kesulitan tersendiri. Zainudin, misalnya, mahasiswa Jurusan Statistika angkatan tahun 2008 ini mengaku seringkali mendapat kesulitan untuk survey model FGD, Forum Group Discussion.

“Bayarannya sangat besar, tapi nyari responden yang mau bergabung dengan acara yang diselenggarakan perusahaan klien itu sulit,” ungkap Zai.

Berbeda lagi dengan Yatimul Masfufah. Mahasiswa asal Lumajang ini mengaku kesulitan memperoleh jawaban responden yang sulit mendeskripsikan jawabannya.

“Misalnya, ketika ditanya apa beda rasa rokok A dan rokok B, mereka menjawab, ‘Yo wes ngono, Mbak. Bedo lah pokoke’. Jawaban yang sulit diprobing ini menjadikan kita tidak bisa mendeskripsikan rasa rokok seperti apa yang disukai responden,” jelas Yatimul.

Tahun ini, anggota PSt mencapai 73 orang. Namun ketika mengerjakan suatu proyek survey biasanya mereka membentuk kelompok kecil. Seperti saat ditemui Radar, mereka tengah mengerjakan data entry dari JICA Study Team. Komunitas ini tidak memiliki tempat tertentu sebagai markas. Biasanya mereka berkumpul di Taman Sigma Jurusan Statistika atau halaman Pasca Sarjana Matematika. Saat dikejar deadline survey, mereka bisa berkumpul di cafe bahkan serambi masjid.

Untuk memanfaatkan jasa komunitas ini bukanlah hal yang sulit. Cukup menghubungi sang direktur, Joni Irawan, maka tak lama klien akan menerima konfirmasi. Alur pembagian tugasnya pun tidak terlalu rumit. Setelah direktur dihubungi oleh klien dan melakukan negosiasi, selanjutnya masing-masing manager akan dihubungi untuk mengetahui anggota komunitas yang sedang menganggur. Untuk proyek luar kota biasanya diutamakan anggota yang berasal dari kota tersebut. Setelah itu anggota komunitas yang siap ‘bertualang’ menghubungi klien untuk briefing dan kemudian menjalankan hobi mereka, survey.

Sekilas, komunitas ini memang tampak seperti minatur perusahaan. Namun mereka bergabung tidak semata karena honor yang diterima tetapi juga karena kesamaan hobi yaitu survey. Tak heran bila Joni selalu disibukkan dengan telepon permintaan bantuan survey melalui ponselnya. (taw)

Sumber: Blog Pribadi Tika We

Ketika Sebagai mahasiswa, saya memiliki suatu keinginan yang sangat kuat. Saya ingi menjadi sosok yang berbeda di antara teman-teman saya. Ketika teman kuliah pada asik jalan jalan ke Mall menghabiskan uang mereka untuk sekedar senang-senang, saya lebih condong mencari uang untuk kehidupan saya. Suatu ketika saya berfikir mengenai sikap dan tingkah ;laku saya yang condong tidak sama dengan teman-teman saya. Saya lebih berfikir bagaimana caranya agar saya selama kuliah ini tidak merepotkan orang tua saya. Kuliah memang bukan kehendak dari orang tua saya. Saya yang nekad untuk kuliah, sehingga dalam hati saya terus berfikir dan berjanji pada diri saya sendiri untuk bisa menghidupi diri saya sendiri tanpa harus meminta uang dari orang tua.

Alhasil setelah selama 3,5 tahun menimba ilmu dibangku kuliah saya bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang tua. Bahkan bisa memberikan perhiasan buat orang tua. Darimana uang yang saya dapatkan? saya adalah mahasiswa yang beruntung. ketika saya kuliah saya tidak pernah membayar uang kuliah sepeserpun, jikalau ada mungkin membayar buku-buku atau ijasah. berbekal dari situ saya mulai mengembangkan keahlian saya di bidang statistik. mungkin selam ini statistika di pandang remeh oleh setiap orang, tapi justru ilmu statistika inilah yang menghidupi saya selama saya kuliah. beberapa pengalaman saya dalam hal mencari uang yaitu:
1. surveyor, In Final management Students widyagama university.2007.

2. Surveyor, Labour Welfare Indonesia Survey in Malang, PT. Sinergy,.2007.

3. Surveyor PT. Angkasa Pura Surabaya In Final Statistics Students ITS.2009.

4. JTV Surveyor Surabaya In Final Statistics Students ITS.2009.

5. Surveyor Transportation Facilities and Infrastructure Surabaya. In Final Civil Engineering Students ITS.2009.

6. Surveyor Surabaya Mayor Election 2010.

7. Job Training in Bank Indonesia Surabaya 2010.

8. North Sulawesi Governor Election Supervisor 2010.

9. Election Data Entrior Governor of North Sulawesi 2010.

10. Market Price Monitoring Surveyors And Households In Pasuruan 2010.

11. Environmental Impact Assessment Surveyor Port BOOM Banyuwangi 2010.

12. Surveyors Measuring Market Potential Gayungsari Surabaya SOLAR MARKET PD 2011.

13. Assistant Lecturer, Introduction Methods Subjects, Statistics Department of Statistics ITS 2010-2011.

14. Assistant Lecturer, Regression Method, Department of Statistics ITS 2010-2011.

15. Assistant Lecturer , Quality Control, Department of Statistics ITS 2010-2011.

16. Data Analysis, UPh Student Thesis, Data Analysis Using SEM Analysis 2010.

17. Data Analysis, UB Student Dissertation, Data Analysis Using the PLS Analysis 2011.

finally saya bisa lulus sebagai mahasiswa jurusan statistika ITS dengan rentan waktu 3,5 tahun.

Education

Bachelor’s degree in Statistics , ITS Surabaya.

With GPA 3.35 of scale 4.

butuh perubahan

Posted: Februari 15, 2011 in statistika

sebenernya saya sudah malas berbicara masalah kayak gini. tapi lambat laun kejadian ini semkain menyiksa mahasiswa. kenapa mahasiswa ingin lulus saja harus dipersulit. kalo misanya memang ingi memberikan pelajaran buat mahasiswa paling tidak jangan menyiksa gtu donk. mahasiswa juga sudah berusaha. peraturan terbaru yang telah diterapkan dijurusan statistika untuk kelulusan 103 menerapkan bahwamahasiswa bisa melakukan seminar proposal jikalau mereka sudh lolos test toefl 477. apakah itu tidak menyiksa mahasiswa?jiklau ini sistem baru bagi jurusan kenapa langsung mendadaka kayak gini paling tidak itu buat adik2 kelas yang mau lulus..apalagi dengan jadwal terbaru yang waktunya singkat kayak gitu

Jadwal2 Pelaksanaan TA & Pengarahan TA (paling update)

Pengarahan Pelaksanaan TA oleh Korta dilaksanakan pada :

Hari       : Senin, 14 Februari 2011

Pukul     : 15.00 – selesai

Tempat : T102

 

Jadwal Pelaksanaan TA :

  1. data mahasiswa (stlh frs online) –>  minggu ke-0 (sd 11 februari 2011)
  2. mahasiswa mendaftar bidang minat/topik –>  minggu ke-1 (16-18 februari 2011)
  3. permohonan surat ket./pengantar (ttd kajur) –> setiap saat diperlukan
  4. alokasi pembimbing –>  minggu ke-2 (21- 24 februari 2011)
  5. pengumuman pembimbing –>  28 februari 2011
  6. proses pembimbingan proposal (min 3x) –> mulai 28 februari 2011
  7. pendaftaran seminar proposal –> sd 11 maret 2011
  8. seminar proposal –> sd 1 april 2011
  9. perbaikan & ACC proposal –> 1 minggu stlh seminar proposal
  10. pelaksanaan & pembimbingan TA (min 7x)
  11. pendaftaran seminar & ujian TA –> sd 17 juni 2011
  12. validasi –> sebelum seminar
  13. seminar TA –> 1 juni 2011
  14. ujian TA –> sd 8 juli 2011
  15. ttd buku TA –> sd 22 juli
  16. pra yudisium jurusan –> 26-29 juli 2011
  17. yudisium fak –> 1- 6 Agust 2011

sekarang sudah tanggal 15 februari apakah waktu 2 bulan ini cukup untuk belajar test toefl,sedangakan sebgaian besar dari mereka juga masih banyak yang kuliah..??

saya hanya berdoa semoga temen2ku bisa menaklukkan semua itu,,semangat teman

TUGAS AKHIR ATAU SKRIPSI

Posted: Februari 8, 2011 in Tak terkategori

tugas akhir atau skripsi merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa untuk lulus. Langkah-langkah dalam penyusunananya pun sangat ribet. harus menyelesaikan inilah, itulah, tapi gak tau itu tujuannya buat ap…

 

 

BERSAMBUNG..PENULIS NGANTUK

teman terbaiku jilid 2

Posted: Februari 2, 2011 in Tak terkategori

setelah beberapa waktu lalu saya menceritakan tentang teman terbaikku, masih banyak lagi teman terbaikku yang belum saya sebutkan. teman-teman yang telah mengisi keseharianku semasa kuliah. teman-teman yang telah memberikan saya dukungan untuk terus maju. tanpa kalian ak tidak ada apa-apanya.teman-teman itu adalah

1 Neser ike cahyaningrum

dikarenakan ada kesalahan dalam wordpress saya tidak bisa mengunduh fotonya lihat saja langsung profilenya disini

cewek asal magetan ini mempunyai pikiran yang cerdas, dia mampu menaklukkan semua soal-soal kuliah dengan cepatnya. dibalik semua itu sifatnya yang suka “blayer” terkadang membuat orang disekelilinganya menjadi geram n takut. sesekali suka bergaul dengan orang yang seharusnya tidak dia masuki sehingga efek buruknya membuatnya kelihatan kasar. tapi overall, kamu itu memeberikan pengaruh yang besar terhadap tingkah lakuku mi. kita semua sayang sama kamu mi.

2 Ibrahim ali Marwan

gwe lo merupakan ciri khas dari peribahasa cowok ini. cowok asal Jakarta ini memiliki segalanya. Pacar, Mobil<kamera wus pokoknya lengkap deh,, tapi dengan keadaan seperti itu tidak membuatnya memilih2 dalam berteman. dia bisa berteman dengan siapa saja. meskipun terkadang sifat jakartanya yang cuek keluar bukan berarti dia selalu tidak memperhatikan seklilingnya tapi dia memberikan ynag terbaik terhadap teman-temanya, jawara potoshop serta jawara potografi sudah melekat dalam dirinya. semangat teman aku yakin kamu pasti bisa. ini dia profilnya

KITA BISA

Posted: Februari 1, 2011 in joni irawan

Manusia diciptakan didunia ini dengan keunikannya masing-masing. setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda. Kembar identik sekalipun pasti tidak sama. Semua diciptakan dengan segala kesempurnaan dengan keistimewaan masing-masing. Dengan keistimewaan itu tidak banyak dari manusia menyadarinya. Jikalaupun Ada, banyak dari mereka yang hanya memanfaatkan keistimewaan tersebut untuk kepentingannya sendiri , tanpa memperhitungkan keadaan sekitar. Untuk menjalani kehidupan ini yang terpenting adalah bersyukur dan iklas dalam menjalankan sesuatau, baik ataupun buruk menurut kita . Kejadian demi kejadian yang kita alami tidak sepenuhnya kesalahan kita, alangkah baiknya semua itu dijadikan patokan dan pengalaman untuk kedepannya.

 

Saya bersyukur diciptakan seperti ini, dengan segala keterbatasan akal yang saya miliki serta bentuk fisik yang kurang memadai. Saya merasa bersyukur karena dengan keterbatasan itu saya dapat belajar untuk lebih baik dan mampu memberikan yang terbaik untuk orang tua dan teman-teman . Mereka yang selalu mendukungku. Dengan fisik yang gendut saya lantas tidak menjadi orang yang takut menghadapi dunia baru.Malah sebaliknya, saya tertantang untuk memenfaatkan kekuranganku menjadi suatu kelebihan. Dengan badanku yang lumayan besar saya merasa bahwa setiap orang memperhatikanku, dengan demikian ada sesuatu yang beda dari diriku yang bisa menarik perhatian orang lain. Keadaan seperti itulah yang saya manfaatkan untuk menjadi sosok anak yang ramai dan selalu membuat orang tertawa sehingga mereka mengenang saya. Tujuan daripada saya seperti itu hanya ingin menjadi orang yang beda. Karena saya sadar tidak ada sesuatau yang spesial yang bisa saya tunjukkan kepada orang lain sehingga mereka mampu mengingat dan mengenang saya.

Berbeda dengan sosok artis yang selalu tampil dilayar tv. mereka mampu mengendalikan pikiran kita hanya karena kecantikan atau ketampanan. Akan tetapi jka dipikirkan lebih lanjut apakah suatu saat kecantikan atau ketampanan itu bisa menjadikanya akan tetap dikenang saat mereka telah beranjak tua??kulit yang dulunya terlihat sangat cerah dan selalu menarik perhatian kemudian berubah menjadi keriput kusut dan sangat tidak pantas untuk dipertontonkan lagi ?mungkin jawabnya tidak. Mereka akan diluapakan ketika mereka menjadi lebih buruk

Sempat terlintas dibenakku ketika memasuki bangku SMP, rasa iri muncul ketika melihat sosok tampan di layar lebar, anggap  Nicholas saputra. Sosok Nicholas saputra (Rangga) yang kalem, cuek, independent mampu mengerjakan segala sesuatu tanpa merepotkan oran lain. Akan tetapi dia masih bisa mendapatkan cewek popular seperti Cinta(Dian Sastro). Sosok rangga dalam film tersebut ternyata menjadi patokan saya untuk menjadi seorang rangga dalam diri saya. Pada saat itu terintas dalam bayangan saya, saya akan mendapatkan bidadari cantik seperti dian sastro jikalau saya mempunyai sikap seperti Rangga. Tapi apa yang terjadi, teman-teman saya menganggapnya aneh. saya menjadi orang yang berbeda dan terkadang menjadi orang yang annoying tidak seperti biasanya. Tidak banyak teman saya yang merasa kasihan dengan perubahan yang terjadi. dan itu menjadi tamparan yang luar biasa buat saya. Beberapa saat setelah saya melihat perubahan dari teman-teman saya, saya baru menyadari bahwa perubahan yang saya lakukan adalah salah. Teman-teman semakin menjauh, tidak ada lagi yang mau perhatian lagi. Bidadari yang kubayangkan ternyata tidak datang sama sekali. dan akhirnya saya sadar bahwa alangkah lebih baiknya kalau saya menjadi diri sendiri bukan orang lain.

Sejak saat itu muncullah rasa percaya diri saya saat mengahadapi apapun denga n keterbatasan fisik ataupun akal yang saya miliki. Semua yang kita lakukan asalkan sesuai dengan hati nurani kita dan merasa senang dengan yang kita lakukan maka itu adalah hasil terbaik yang pantas kita dapatkan. Tetaplah menjadi diri kita sendiri. Karena kita beda. SELALU BERSYUKUR DAN YAKINLAH KAMU BERGUNA

tahun baru….

Posted: Februari 1, 2011 in joni irawan
Tag:

“Cheers to a new year and another chance for us to get it right.”
– Oprah Winfrey, Aktris dan produser asal Amerika

PERGANTIAN tahun. Tak terasa memang, satu tahun perjalanan hidup telah kita lewati. Kita akan segera menyongsong tahun 2011. Bicara pergantian tahun biasanya kita disuguhi dua pertanyaan pokok, apa saja yang telah kita lakukan selama ini selama satu tahun dan rencana apa yang akan kita buat di tahun baru nanti.

Benar. Secara garis besar kita harus menengok ke belakang, apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Biasanya pada setiap pergantian tahun seringkali kita disarankan untuk melihat dan melakukan introspeksi atas apa-apa yang telah dilakukan di masa lalu. Apakah perjalanan selama tahun 2008 sudah sesuai dengan rencana yang telah kita tetapkan sebelumnya di awal tahun. Bila belum, kita harus mengevaluasi mengapa rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dapat meleset. Kita harus memperbaikinya lebih baik agar di tahun berikutnya kita tidak mengulangi kegagalan yang sama.

Bagaimana dengan tahun baru 2011 nanti? Apa rencana kita selanjutnya. Kita harus menentukan tujuan yang harus kita raih di tahun 2011 nanti. Ya, kita harus menentukan resolusi, yaitu dengan menentukan target yang akan kita tuju di tahun 2011 nanti. Buatlah rencana-rencana yang mengiringinya agar target tersebut dapat terlaksana.

Untuk memulai hal yang baru dan lebih baik, sejatinya memang tidak perlu menunggu pergantian tahun. Aktor kawakan Denzel Washington jauh-jauh hari sebelum tahun baru berganti mengatakan, “Untuk memperbarui hidup tak perlu menunggu tahun baru.” Apa yang dikatakan Washington memang tidak salah. Pepatah lama mengatakan, “Everyday is a new life”. Ya, setiap hari yang kita lalui merupakan hidup baru.

Benar. Tapi tak ada salahnya kita menyongsong tahun baru nanti dengan semangat bak kelahiran baru (born to reborn). Ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan, ada rasa sakit yang luar biasa menghinggapinya. Rasa sakit itu berangsur-angsur pulih, dan berganti menjadi rasa senang dan kebahagiaan yang meluap.

Kelahiran baru dapat bermakna proses menjadi manusia baru, yang berbeda dari sebelumnya, dan lebih baik. Manusia baru ini dapat berarti kebiasaan dan perilaku baru, karakter baru, dan cita-cita baru. Konteksnya dapat diperluas dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan pekerjaan, dan juga lingkungan sosial sekitarnya.

Momentum adanya kelahiran baru ini, seyogianya dapat pula menghilangkan perilaku atau kebiasaan buruk yang mungkin saja sudah tertanam dalam diri Anda selama ini (born to kill). Jelas ada ketidaknyamanan ketika Anda mulai berangsur-angsur meninggalkan kebiasaan dan perilaku buruk tersebut. Ada rasa sakit di sana. Tapi rasa sakit itu hanyalah sesaat, dalam menuju ke arah hidup yang lebih baik.

Ya, tahun baru baru dengan kelahiran baru. Sebaiknya ada perubahan-perubahan baru yang berarti dalam hidup kita di tahun baru nanti (born to change). Kelahiran baru dalam lingkungan keluarga misalnya. Ketika Anda berada di rumah, Anda bisa membuat perubahan baru dengan menunjukkan kecintaan Anda terhadap keluarga dengan cara yang berbeda. Hal ini juga untuk menunjukkan betapa cinta Anda kepada keluarga tidak berkurang, bahkan bertambah. Ketika Anda berangkat ke kantor misalnya, Anda dapat mengecupkan kening dan membelai rambut pada pasangan dan anak Anda. Hal yang biasanya tak pernah Anda lakukan selama ini. Atau bisa juga Anda melakukan pekerjaan yang tidak biasanya Anda lakukan sebelumnya atau jarang. Membereskan rumah di hari libur, yang mungkin biasa dilakukan oleh pembantu Anda. Bisa juga misalnya mencuci piring, memasak, atau hal lainnya. Ini juga sebagai sesuatu hal yang positif untuk mengajarkan kepada anak Anda betapa pentingnya bekerja dengan giat, menjaga kebersihan, dan hal baik lainnya.

Anda juga dapat melakukan kelahiran baru di lingkungan pekerjaan Anda. Anda mungkin selama ini terlihat bermuka suram atau bertampang serius di kantor, mungkin ada baiknya Anda sekarang murah senyum kepada setiap orang. Kalaupun selama ini Anda sudah tersenyum kepada orang yang Anda temui, kali ini Anda dapat menambahkan dengan menyapa sepatah kata. Anda dapat mengatakan, ”Bagaimana keluarga Anda kabarnya?” atau, ”Bagaimana hari ini, semua berjalan lancar?” atau, ”Bagaimana, sehatkan hari ini?” Tentu saja untuk setiap orang, Anda dapat menyapa dengan hal yang sama atau berbeda, tergantung dengan siapa Anda berjumpa. Anda dapat pula mengganti suasana baru ruang kerja Anda. Memindah atau menukar posisi barang, seperti meja, kursi, hiasan, peralatan lainnya, atau bahkan menambahkan sesuatu barang.

Hal yang sama pula dapat Anda lakukan di lingkungan masyarakat. Selalu menyapa. Murah senyum. Sering-sering berkunjung ke tetangga. Menghadiri berbagai pertemuan di masyarakat, seperti arisan, atau acara keagamaan. Cobalah lakukan, Anda akan merasakan perubahan besar dalam hidup Anda yang tak disangka-sangka.

Dengan kelahiran baru ini nanti diharapkan akan timbul harapan baru yang menyertainya (born to hope). Harapan baru ini nantinya akan menjadikan Anda semakin bersemangat dalam menatap hidup ini. Dengan semangat baru ini pula, krisis global yang melanda dunia dan negeri ini dapat Anda sikapi dengan bijaksana. Anda pun dapat menjalani hari demi hari dengan penuh optimis.

So, songsonglah tahun baru 2011 dengan kelahiran baru. Selamat Tahun Baru 2011. Semoga sukses menjadi manusia baru!

prasangka..

Posted: Februari 1, 2011 in joni irawan

Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya
yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk
membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan
hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah
bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu
tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun
keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada
putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang,
si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada
di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu
diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja
malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk
menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak
menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman
untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. “Kali ini Putri
harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan,” geram si ibu
dalam hati.

Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat
menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak
histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena
kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke
dalam rumah.

“Putri…Putri. ..Putri.. ., bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak!
Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!” Serunya sambil menangis
merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan
menguncang-guncangk an tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri
tidak bereaksi sama sekali.

Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan
kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil
biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan
yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang
masih berantakan tetapi terbaca jelas.

“Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Hi… hi…
hi…, ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri
tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah
melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit
ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!” Dan
meledaklah tangis sang ibu.

Pembaca yang budiman,

Huai Ie, prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang
cocok dengan kisah tadi dan penyesalan biasanya datang menyusul di
belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul
karena prasangka negatif maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan
pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja
dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir
positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan
kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.

all about joni irawan

Posted: Januari 30, 2011 in Tak terkategori

Who am I??? Pertanyaan yang selalu muncul ketika kita mau mengenal lebih dekat tentang seseorang. sebelum mengetahui lebih jauh tentang orang lain, kita harus terlebih dahulu mengenal diri sendiri. Ada banyak hal yang selalu dibahas dari pertanyaan ini. Pertanyaan singkat yang bisa dijabarkan dengan banyak kalimat, bahkan bias menghabiskan beberapa lembar kertas. Sebuah pertanyaan yang luar biasa bagi kita. Nama saya Joni Irawan. Nama yang dianugerahkan oleh orang tua saya kepada saya. Dulu saya belum mengerti artinya. Ketika saya bertanya pada orang tua, ternyata mereka pun tak tahu. Akhirnya, ketika saya mengejar ilmu ke pesantren saya mendapatkan jawabnya. Arti dari nama ini jika dilihat dari bahasa Arab adalah orang yang mempunyai banyak kedatangan orang. Dan ketika diperjelas kepada orang tua, merekapun tetep saja tidak mengerti dan berdalih bahwa memberi nama joni berdasar atas bulan kelahiran saya yang jatuh pada tanggal 5 juni 1989, sehingga nama saya menjadi Joni Irawan. Saya dilahirkan di keluarga sederhana sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Kami tinggal di pinggiran Kabupaten Malang. Tepatnya di dusun Gadungan desa Karanganyar kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. Suatu desa kecil yang masih belum banyak terjamah oleh orang luar dan belum banyak diketahui oleh khalayak ramai. Di desa ini saya dilahirkan. Dan di desa ini pula saya tumbuh hingga SMA. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, demikian pula keluarga saya. Bagi petani di sini, pendidikan tidak mutlak diperlukan dalam hal mencari pekerjaan. Gedung sekolah dasar yang berdiri kokoh hanya formalitas belaka. Setelah itu, hanya sebagian kecil dari lulusan SD tersebut yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke SMP. Pemahaman tersebut berlaku bagi tiga kakak saya. Pendidikan formal mereka hanya berhenti di bangku SMP. Namun, saya mempunyai pandangan yang berbeda. Ilmu pengetahuan sangatlah penting. Dengan pandangan ini, saya buktikan bahwa saya bisa mengembangkan ilmu dan memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik. Dengan usaha keras, saya selalu mendapatkan peringkat 1 saat SMP. Inilah sebuah pembuktian untuk orang tua saya. Semangat untuk terus mendapatkan ilmu yang sebaik-baiknya ternyata menarik perhatian dari guru-guru SMP saya. Mereka mendekati orang tua saya serta memberikan pemahaman supaya saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya, Tuhan membukakan pikiran orang tua saya. Saya bisa mengenyam bangku SMA. Saat itu, banyak sekali hambatan dari keluarga saya sendiri. Untuk mengatasi rasa iri saudara-saudara, saya harus bekerja untuk membantu biaya sekolah saya. Banyak pekerjaan yang sudah saya jalani selama di bangku SMA hingga alhamdulilah, saya lulus. Saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus daripada saudara-saudara saya. Tak terlintas dalam benak saya saat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biayanya terlalu besar. Namun, dengan pengalaman saat SMA yang hampir membuat putus sekolah karena masalah biaya, saya yakin bisa menimba ilmu di perguruan tinggi. Meski begitu, orang tua saya menolak dengan tegas keinginan tersebut. Tak ingin jadi anak durhaka, saya menurut. Menuruti kata orang tua tak berarti saya menyerah dan diam. Saya mencari perguruan tinggi yang sesuai dan memiliki program beasiswa. Awalnya, saya mendaftar di Universitas Kanjuruhan Malang. Program beasiswanya cukup menarik, membuat saya kembali berani bermimpi untuk kuliah. Namun ternyata guru BP saya memiliki solusi lain, yaitu mendaftar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Dari cerita-cerita yang beredar, hanya orang-orang hebat dan teladan masyarakat lah yang bisa masuk ITS. Meski bimbang, akhirnya saya terima juga usulan itu. Saya tidak berani memberitahu orang tua mengingat larangan mereka. Padahal, saya tak punya biaya untuk sekedar mencetak formulir pendaftaran. Kendala tersebut diketahui sahabat saya, Sandi. Ia berinisiatif mengumpulakan dana dari teman-teman sekelas. Saya sangat berterimakasih padanya dan banyak berhutang budi. Di sisi lain, beban tanggung jawab menghantui saya. Saya khawatir mengecewakan teman-teman bila todak diterima di ITS. Hari demi hari menunggu, akhirnya ITS mengumumkan bahwa kalau saya diterima melalui jalur PMDK berbeasiswa. Sujud syukur spontan saya lakukan di hadapan teman-teman dan guru-guru SMA. Segenap nyali saya kumpulkan untuk memberi tahu orang tua. Ibu saya terkejut dan bersikeras melarang. Beliau khawatir saya terlantar di tanah orang. Namun, dengan nasehat dari guru-guru serta pengetahuan tentang ITS, beberapa hari setelahnya saya diijinkan melanjutkan pendidikan di kampus perjuangan, kampusnya orang-orang terpilih.   Apa yang Ingin Saya Capai Nanti?? Banyak mimpi yang ingin saya capai, angan-angan yang selalu muncul ketika saya beranjak tidur. Terkadang mimpi itu menjadi belenggu karena lama tak terwujud. dan adanya ketakutan jikalau mimpi itu tidak terwujud. Tapi saya yakin bahwa saya bisa menggapai mimpi itu. Setiap orang pasti punya mimpi, begitu pula dengan saya. Saya mempunyai mimpi untuk mengentas kemiskinan di lingkungan keluarga. Saya yakin dengan dengan saya berkuliah dan saya mendapatkan wawasan tentang pengetahuan yang lebih dari pada saudara-saudara saya yang lain, saya bisa mewujudkan mimpi itu. Dengan adanya semangat yang tinggi serta dorongan dari keluarga dan sahabat-sahabat tercinta, saya bisa melakukannya. Dengan niat dan tekad yang keras serta selalu bersyukur kepada tuhan saya pasti bisa. Mimpi saya yang selanjutnya yaitu pingin membangun desa. membangun bukan berarti merusak lingkungan di desa dan membangun gedung-gedung yang tinggi. Akan tetapi menganjurakan serta memberikan suatu pemahaman tentang pentingnya pendidikan dikalangan generasi saat ini. Kegiatan bertani tetap dijalankan tetapi pendidikan juga berjalan. Dengan adanya pemahaman tentang pendidikan desa menjadi paham dan mengerti cara bertani yang benar dan bisa mengembangkan cara bertani sehingga pertanian bisa menjadi sangat bermanfaat.